MENIKAH ITU TAK RUMIT, YANG RUMIT ITU KAMU


Menikah itu tak rumit, yang rumit itu kamu-
Beberapa hari ini linimasa sedang dihebohkan dengan curhatan seorang suami yang ingin menceraikan istrinya karena berbagai kekurangan yang ada pada sang istri. Ada juga curhatan seorang suami yang tidak suka jika istrinya meminta uang belanja lebih. 

Postingan tersebut semakin memanas ketika para netizen yang budiman menanggapi curhat itu dengan beragam komentar. Rata-rata adalah komentar yang menyudutkan pihak suami. Banyak juga yang sengaja membagikan postingan tersebut dengan berbagai caption. 

Dari sekian caption, ada satu caption yang membuatku geli saat membacanya. Akun seorang perempuan lajang membagikan postingan tersebut dengan caption “nikah itu rumit, makanya gue ogah menikah.”

Jujur, seketika itu aku ingin berkomentar, “menikah itu tak rumit, yang rumit itu kamu.” Namun aku masih bisa menahan jari untuk tidak menanggapi caption tersebut. Biasanya aku enggan terlibat pada sebuah keramaian, meskipun hanya di dunia maya. Tapi, bahasan relationship seperti ini membuatku tak tahan untuk nimbrung.

MENIKAH ITU CUKUP SAH DI MATA AGAMA DAN NEGARA 

Kerumitan dimulai ketika seseorang ingin menikah. Seorang perempuan tidak mau dinikahi sebelum mahar yang diminta bisa dipenuhi oleh calon suaminya. Tidak ingin menikah jika tidak di Gedung mewah, dan masih banyak lagi hal-hal yang menghalangi seseorang untuk segera menikah. 

Padahal urusan menikah bisa disederhanakan. Poin terpenting dari sebuah pernikahan adalah sah di mata agama dan negara. Hal ini sebagaimana yang tertera dalam UU Perkawinan Tahun 1974 pasal 2 ayat (1) yang berbunyi  perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Dan pada ayat (2) dikatakan tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  
Terkait pencatatan pernikahan di Lembaga resmi, memang sangat penting karena ada kaitannya dengan status anak yang akan dilahirkan dari hasil pernikahan tersebut. Menikah tak rumit, yang rumit itu kamu. Kamu yang tak mau pernikahanmu didaftarkan secara resmi. Dan kelak meratapi status anakmu yang tak jelas. 

Untuk umat Islam, bisa dikatakan sah menikah jika ada calon suami, calon istri, ijab qobul, wali, dan dua saksi. Hal yang membuat rumit itu bila kamu menikah dengan calon suami atau istri yang masih belum jelas statusnya. Menikah menjadi rumit saat kamu menuntut mahar tinggi saat proses ijab qobul dan resepsi yang mewah diluar kemampuan pasanganmu.  Menikah itu tak rumit, yang rumit itu kamu. Karena para sahabat Nabi saja menikah dengan mahar seadanya seperti baju besi, hafalan surat dalam Al-Quran, atau koin perak saja. 

MENIKAH UNTUK MENCARI PASANGAN YANG SEMPURNA 

Kerumitan lain akan berlanjut jika tujuanmu menikah adalah untuk mencari pasangan yang sempurna. Karena tidak ada manusia yang sempurna. Yang ada hanya individu yang terus belajar menjadi pribadi lebih baik mendekati angka sempurna. Terus berproses adalah sebuah keharusan. Memang sebaiknya  Jangan terima pasangan apa adanya. Tapi tak perlu menuntut sebuah kesempurnaan. 

Menikah itu tak rumit. Yang rumit itu kamu. Kamu yang mulai tak puas dengan perubahan fisik pasangan dari tahun ke tahun. Kamu yang hanya menuntut pasangan seperti maumu tanpa ada usaha untuk menuntun, memberi teladan terlebih dahulu. Karena menikah itu menuntun bukan menuntut.

Menikah itu tak rumit, yang rumit itu kamu. Kamu yang selalu menuntut hak sebelum melaksanakan kewajiban sebagai suami/istri. Kalau sudah begitu, tidak akan tercipta ketentraman jiwa sebagaimana tujuan pernikahan yang ada di surat Ar-Rum ayat 21 yang sering tertulis di undangan pernikahan. 

Menikah itu tak rumit jika masing-masing bisa mengingat kembali pada tujuan awal menikah saat berada di situasi yang mengancam perpecahan. Yang rumit itu kamu yang mulai menyalahkan pasangan atas semua permasalahan yang timbul dalam rumah tanggamu. 

Menikah itu tak rumit bila masing-masing paham kehadirannya punya andil terwujudnya rasa nyaman dan bahagia dalam rumah. Yang rumit itu kamu yang berpikir pasangan tak bisa membahagianmu. Pernikahan itu ikatan lahir batin. Antara suami dan istri jiwanya terikat satu sama lain. Kebahagiaan satu jiwa berpengaruh terhadap jiwa lainnya. 

Sebagaimana tertulis dalam UU. Perkawinan No. 1 Tahun 1974 yang berbunyi perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami-istri dengan tujuan membentuk keluarga, rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

Menikah itu tak rumit. Yang rumit itu kamu. Kamu yang hanya melakukan satu peran saja dalam rumah tangga. Tapi sudah merasa melakukan banyak hal. Padahal ada beberapa peran yang harus dijalankan dalam sebuah pernikahan. Tidak hanya sebagai suami atau istri saja. Ada 3 peran setelah menikah lagi yang tak boleh dilupakan.

Menikah itu tak rumit. Yang rumit itu kamu yang sudah menyatakan  cinta tapi tak segera melamar. Kamu yang memendam rasa tapi tak kunjung membawa keluarga ke rumah.

Tidak ada komentar