Menuntaskan Luka Masa Lalu


Cara menuntaskan Luka masa lalu


Terluka, satu kata yang sering didengar tapi tak semua mampu memahami rasanya. Tanpa disadari,  masih banyak yang membiarkan luka terbawa arus masa. Berharap waktu akan menyembuhkan lukanya. Padahal tidak semua luka bisa tuntas oleh waktu. Tak jarang luka masa lalu menjelma menjadi trauma tak berkesudahan. Menjalar di setiap aliran nafas. Menyiksa diri  sendiri dan juga orang di sekitarnya. 


Luka yang tak tuntas ternyata bisa menghambat kebahagiaan datang. Akhirnya aku memilih menuntaskan semua rasa yang membuatku terluka. Aku memeluk erat rasa kecewa yang sudah menguras air mataku tiga tahun terakhir. Belajar menerima lukaku tanpa menggugat sang pencipta. Berhenti mempertanyakan "Why Me?" 


Kita tak pernah menemukan jawaban yang diharapkan. Why me? Tuhan akan menjawab why not? Tak pernah ada kata puas ketika kita mempertanyakan kenapa semua menimpa kita? Kenapa kita terluka? Dan seribu pertanyaan yang ada di kepala yang tidak pernah habis. Stop! Jangan habiskan energimu untuk meratapi apa yang sudah terjadi. Peluk erat dimu, terima lukamu tanpa syarat. "Aku kecewa, aku marah, aku terluka." Akui semua rasa asing itu. 



Proses pengakuan itu tidak mudah. Butuh waktu dan hati yang dewasa. Tak harus mengakui pada dunia, cukup menyadari hati sedang tidak baik-baik saja. Ada rasa asing yang tidak biasa di dalam dada. Rasa sakit yang menggerogoti badanku. Merenggut selera makanku. Aku terluka dan ingin bangkit untuk bahagia. Untuk pertama kalinya aku punya tekad kuat. Aku sudah berjuang maksimal selama ini. 



Kenginan untuk bahagia akan memberi kekuatan pada diri untuk segera menuntaskan semua luka. Semakin sadar di mana letak luka dalam diri, semakin mudah membalut luka tersebut.  Mencari sumber luka sedini mungkin agar potensi untuk sembuh juga semakin besar. Sudah saatnya melepaskan semua yang ada dalam genggaman. Karna hidup harus terus berjalan. 


Bila tak mampu mengobati lukamu sendiri, cari pertolongan. Aku melakukan hal tersebut. Aku memilih sahabat terbaik yang punya kapasitas keilmuan membantu menguraikan setiap lukaku dan memberi arahan apa saja yang harus aku lakukan untuk menuntaskan lukaku. Aku besyukur mempunyai support system luar biasa yang mempercepat tuntasnya lukaku. 



Mereka membantuku mendeteksi luka dengan cara yang aku suka. Aku diminta menuliskan semua rasa kecewa, rasa marah, dan rasa yang tak terdefinisikan di dalam dada. Aku diajari untuk berani keluar dari trauma masalalu dan menjemput masa depanku. Melibatkan orang lain untuk membantu kita bisa dilakukan asal pandai memilih partner yang amanah. 



Finally, awal 2025 aku berhasil menuntaskan luka dan menjemput sejuta bahagia yang sudah menanti. Ternyata selega ini ya menuntaskan luka. Rasanya ringan melepas beban yang selama ini berusaha aku pikul tanpa henti. Aku berhak bahagia dan membiarkan orang lain sibuk dengan penilaian mereka sendiri. 

Komentar