Resolusi Finansial Tahun 2020


Resolusi Finansial Tahun 2020- Januari belum habis, semoga belum terlambat ngomongin tentang resolusi tahun 2020. Kali ini aku ingin lebih spesifik tentang finansial karena berdasarkan evaluasi akhir tahun kemarin, aku masih belum bisa mengatur keuangan dengan benar. 


Alhamdulillah rezeki tahun 2019 sebagai seorang pekerja lepas meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi mengamati pengeluaranku selama setahun terakhir, ada yang tidak imbang. Bahkan, di akhir tahun saldoku habis sama sekali. Iya, kamu tidak salah baca. Saldo akhir tahunku nol. 


Oleh sebab itu, tahun ini aku ingin lebih bisa mengatur penghasilanku dari dunia tulis menulis. Selama ini memang aku pakai untuk kebutuhanku sendiri. Hanya sesekali aku menyumbang untuk kebutuhan rumah tangga. 

Mengurangi Belanja Skincare 

Pengeluaran terbesar selama tahun 2019 adalah untuk membeli produk skincare. Terutama skincare korea yang harganya tidak murah. Dalam satu bulan aku bisa membeli beberapa produk skincare korea yang baru rilis. Barangnya masih jarang ada di dalam negeri. Sehingga untuk mendapatkan barang tersebut aku harus mengeluarkan anggaran yang di atas harga rata-rata. Karena produknya terbatas dan harus berebut dengan skincare addict lainnya. 


Tidak hanya membeli skincare secara online saja. Aku juga kerap lapar mata jika sedang jalan-jalan di pusat berbelanjaan. Bukan baju atau sepatu, tapi aku selalu tergoda dengan diskon produk-produk skincare. Apalagi bila ada promo beli 1 dapat 1 produk lagi  atau nambah seribu dapat 2 produk.


Tidak peduli masih ada produk skincare yang belum aku buka di meja rias, tapi jika ada skincare dengan promo gila-gilaan di Guardian, aku pasti langsung membeli. Kadang tidak berpikir ulang apakah aku benar-benar membutuhkan produk tersebut atau tidak.

Tahun 2020 ini aku ingin lebih bijak dalam hal membeli produk skincare. Aku akan lebih selektif terhadap produk yang akan aku beli. Aku akan mengurangi membeli produk skincare meskipun produk tersebut sedang diskon. Karena aku belum tentu membutuhkannya. 

Melunasi Tagihan 

Selama tahun 2019 aku mempunyai sejumlah tagihan. Memang nominalnya tidak terlalu besar. Tapi cukup mengurangi isi saldo setiap bulannya. Masih ada beberapa bulan sampai tagihanku dinyatakan lunas. Selama ini masih sering dibantu suami membayar tagihan tersebut. Terlebih jika bayaran pekerjaanku mundur dari tanggal yang seharusnya. 


Tahun 2020 ini aku berniat lebih bertanggung jawab terhadap tagihanku sendiri. Aku akan berusaha mengatur keuanganku agar tetap bisa membayar ketika tagihan jatuh tempo. Semoga rezeki tahun 2020 melimpah supaya aku tidak membebani suami dengan tagihanku. 


Semoga tahun 2020 aku tidak tergoda menambah tagihan lagi. Biasanya promo awal tahun sangat menggiurkan. Semoga tidak ada urusan yang mendesak yang mengharuskan meminjam uang dari siapapun. Sehingga tidak ada anggaran untuk membayar hutang akhir tahun nanti. 

Menabung di Rekening Terpisah 

Tentang teori ini sebenarnya aku sudah paham. Karena beberapa kali ikut acara finansial. Para pakar selalu menyarankan memiliki beberapa rekening secara terpisah. Rekening khusus untuk menabung juga disarankan tidak ada internet banking, mobile banking, maupun ATMnya. Hal ini untuk menghindari lemahnya iman akan godaan promo menarik.  

Dua teman dekatku setahuku sudah menerapkan hal tersebut. Kebetulan mereka sama-sama pekerja lepas sepertiku. Sebenarnya bukan aku sudah membuat rekening  khusus untuk menyisihkan sebagian penghasilanku. Namun, selama ini belum maksimal memanfaatkannya. Apalagi rekening tersebut memiliki ATM  yang selalu aku bawa ke mana-mana. Beberapa kali tergoda untuk menarik uang dari ATM tersebut. 

Mulai tahun 2020 ini aku akan bertekad akan menyisihkan sebagian uangnya setiap mendapat bayaran sebuah proyek menulis. Aku akan menyisihkan sedikit demi sedikit. Semoga akhir tahun bisa terkumpul banyak. 

Itulah resolusi finansialku tahun 2020. Terlihat sederhana tapi sangat berat untuk memulai. Semoga setelah aku tuliskan di sini, aku akan selalu ingat dengan janji-janjiku sendiri. Janji pada diri sendiri memang terkadang sangat sulit untuk ditepati. Karena tidak ada beban moral di dalamnya. 


18 komentar

  1. Ingin rasanya aku membantu mbak tata untuk mengurangi beban skincare :)) sini mbak bertukar atau lungsuran nggak apa-apa :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok aku tertarik ikutan nimbrung di komen yang ini, hahhaa...
      Skin care ini memang daya tariknya warbyasak yaa...

      Hapus
  2. Sama kak. Masih amburadul nih . Kebanyakan cita2 eii heheheh . Moga kesampean ya kak

    BalasHapus
  3. Aku juga bertekad melunasi utang, Mbak. Duh, utang beneran jadi momok ya, mengusik kenyamanan hidup. Plus banyak menabung, tapi ya mikir juga gimana nambah pendapatan hehe. Semoga resolusinya terwujud, Mbak!

    BalasHapus
  4. Setuju banget mba..salah satu resolusi finansialku saya jg mau bikin resolusi rekening terpisah. Supaya fee dari job nulis ga habis gitu aja. Lumayan kalo ditabung bisa saya beliin jadi benda yg ada di wishlist 2020 ku. Semangaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, semoga pe er satu ini bisa terlaksana

      Hapus
  5. Keren nih solusinya
    Semoga berhasil ya
    Terlebih godaan skin care, duh :)

    BalasHapus
  6. Semoga sukses tercapai ya mbak. Btw belanja skincare jangan dikurangi. Pake aja sekali, bikin kontes, terus jual lagi :D

    BalasHapus
  7. Aku juga menabung di rekening terpisah mbak, biar ada pos nya sendiri. Ada yang untuk diambil untuk kebutuhan sehari-hari, ada pula yang memang diupayakan untuk tidak diambil kecuali kalau ada kebutuhan penting banget

    BalasHapus
  8. Kalau saya emang gak jarang banget keluarin dana untuk urusan skin care. Ngerti skin care pun kayaknya masih basic euy. Pengeluaran tuh paling banyak buat kulineran. wkwkwkw. Dan kayaknya pengen menabung di rekening terpisah juga ah biar dananya gak keganggu.

    BalasHapus
  9. Skincare adalah godaan yang haqiqi :))))))

    Tapi semakin kita paham sama kulit kita, skincare pun makin terorganisir :))))

    BalasHapus
  10. Wah perihal skincare jadi problema tersendiri bagi siapa pun dan banyak menyita kantong. Itu harus disiasati agar gk habis untuk beli skincare.

    BalasHapus
  11. Memang penting banget ini resolusi finansial tahun 2020. Berhubung aku pun tahun lalu memiliki pendapatan lebih tinggi tapi kok akhir tahunnya menipis. Ternyata memang bener sih jajan skincare memang menguras kantong juga meskipun sudah ada produk rutin tapi mudah tergoda dengan produk-produk yang promo dan kemasan cantik.

    BalasHapus
  12. Wah keren. Bisa mengurangi belanja skincare. Semoga bisa komit ya mbak. 😍

    BalasHapus