5 Hal yang Membuat Kamu Gagal Move On dari Mantan

credit by akadika
5 Hal yang Membuat Kamu Gagal Move On dari Mantan- Bertemu dengan seseorang yang klik di hati adalah sebuah anugerah dalam hidup. Saat memulai menjalin sebuah hubungan, harapannya bisa langgeng. Tapi perjalanan hidup selalu penuh misteri. Tidak semua harapan bisa tercapai. Begitu juga dengan hubungan percintaan.
 
Ditinggalkan kekasih hati ketika sedang berada di puncak rasa sayang tentu saja menyakitkan. Ibarat kapal tanpa nahkoda, mendadak oleng tanpa arah. Waktu seakan berhenti. Seperti mimpi buruk tapi nyata. Rasanya ingin segera pindah ke episode hidup selanjutnya. Meninggalkan rasa sakit yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. 

Waktu mungkin bisa membuat seseorang move on dari mantan. Tapi bagi sebagaian orang, waktu tak mampu menghapus kenangan dan mengobati luka. Jika direnungkan, sebenarnya ada beberapa hal yang membuat seseorang gagal move on dari sang mantan. Diantaranya:

Masih Stalking Akun Mantan

Bagaimana bisa move on jika setiap hari masih penasaran kabarnya dan apa yang dia lakukan. Hati ingin segera move on tapi tidak dibarengi dengan tindakan. Jari masih tak bisa diajak kompromi. Meskipun sudah diunfollow, tetap saja hafal akunnya di luar kepala. 

Jangan berharap bisa segera move on  bila masih penasaran bagaimana dia berinteraksi dengan lawan jenis di media sosial. Gagal move on jika masih ingin tahu sosok yang akan dia pilih sebagai pengganti setelah putus. Jadi, berhenti stalking akun mantan jika ingin benar-benar move on. 

Masih Menyimpan Barang dari Mantan 

Niat move on dari mantan akan terhambat jika masih melihat barang-barang darinya ada di kamar. Barang yang menyimpan sejuta kenangan tentang indahnya hari-hari bersamanya. Ketika melihat barang tersebut, ada rasa sesak di dada. Kenangan indah yang menyisakan luka. 

Jadi, sebaiknya segera mengamankan barang-barang pemberian mantan. Menyingkirkan semua benda yang ada kaitannya dengan sang mantan akan membantu cepat move on. Menyimpan barang-barang tersebut dengan alasan apapun justru akan membuat gagal move on. 

Berusaha Mengurung Diri

Patah hati boleh, tapi bukan berarti harus mengisolasi diri dari lingkungan. Karena kesendirian akan membuat seseorang yang patah hati akan semakin terpuruk. Mengurung diri cenderung membuat seseorang meratapi nasib yang menimpanya. Beragam pertanyaan muncul, "kenapa dia meninggalkan aku? mengapa harus aku yang mengalami hal semenyakitkan ini?"

Sikap ingin menyendiri saat patah hati seringkali berakhir dengan perasaan tidak berharga, merasa terbuang, dan menyalahkan diri sendiri. Tidak ada teman yang bisa mengalihkan pikiran sehingga pelampiasannya adalah media sosial. Itu sebabnya bermunculan postingan bernada kegalauan di media sosial.

Jadi, menyendiri kadang tidak efektif untuk bisa segera move on dari mantan. Sebaliknya, bertemu dengan banyak sahabat akan mengalihkan pikiran tentang dia. Bercengkrama bersama keluarga membuat perasaan lebih baik. Setidaknya masih bisa berpikir jika ada keluarga dan sahabat yang senantiasa ada. Dunia tidak akan runtuh tanpa kehadiran dia. 

Berusaha Keras Melupakannya 

Berusaha dengan keras melupakan dia justru akan membuat gagal move on. Semakin ingin melupakan, pikiran malah terfokus kepadanya. Setiap teringat kebaikannya, hati menolak untuk melupakan dia. Keinginan hati merapal sumpah serapah untuknya setiap hari. Tapi tanpa disadari mengingat dia setiap hari pula. 

Mengeluarkan seseorang yang sudah lama menetap di hati bukan perkara mudah. Memaksa diri untuk melupakan dia secepatnya bukan hal bijak. Tetap menyibukkan diri dengan kegiatan positif akan membantu segera move on. Kesibukan positif dan waktu akan memudarkan kehadirannya di hati. 

Menunggu Luka Hati Kering 

Pekerjaan yang melelahkan adalah menunggu. Waktu seakan berhenti ketika kamu sedang menunggu. Menunggu sebuah kepastian atau menunggu luka hati mengering. Semakin ditunggu, lukanya semakin terasa sakit. Akhirnya gagal move on. 

Ibarat sariawan, semakin sering dilihat di cermin atau dipegang, sakitnya akan berlipat-lipat. Karena fokus pada bagian yang sakit. Begitu juga dengan luka hati. Jika penyebab luka tersebut sering disinggung,  luka tersebut akan sulit sembuh. Karena seluruh pikiran terfokus pada rasa sakitnya. 

Patah hati memang menyakitkan, tapi cobalah untuk berpaling sejenak dari luka hati dengan berkumpul bersama orang-orang yang masih ada di sisi. Maka, pikiran akan lebih tenang dan membantu proses penyembuhan.

Luka hati tidak akan bisa sembuh dengan sendirinya. Harus ada dorongan kuat dari hati untuk sembuh. Orang yang menunggu luka hati bisa sembuh dengan sendirinya justru akan terjebak dalam trauma. Trauma menjalin hubungan lagi dengan siapa saja.

Tidak ada komentar