5 Kegiatan Positif yang Bisa Dilakukan Di Rumah Selama Wabah Korona

5 Kegiatan Positif yang Bisa Dilakukan Di Rumah Selama Wabah Korona- Ada hikmah yang bisa dipetik dari setiap kejadian. Begitu juga dengan adanya wabah virus korona yang melanda dunia saat ini, termasuk Indonesia. Wabah korona tidak selalu berdampak negatif. Meskipun beberapa agenda terpaksa ditunda dan anak-anak belajar di rumah untuk sementara waktu, aku tetap bisa melakukan kegiatan positif dari dalam rumah.
 
Seperti yang dirasakan banyak orang, imbauan untuk berada di rumah sementara waktu telah membawa perubahan positif, terutama dalam keluarga. Masing-masing anggota keluarga lebih peduli dengan kebersihan dengan rajin mencuci tangan dan memperhatikan kebersihan benda di sekitarnya. Waktu kebersamaan dengan keluarga juga lebih banyak sejak diberlakukan aturan kerja dari rumah bagi pencari nafkah. 

Perubahan positif juga aku rasakan. Aku yang biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah adik ipar, sekarang 24 jam penuh di rumah bersama anak-anak. Karena beberapa agenda liputan harus ditunda, aku tidak perlu menitipkan si kecil ke rumah tantenya.  Meskipun demikian, aku masih bisa berkarya dari rumah. Diantara kegiatan positif yang telah aku lakukan selama 14 hari ini adalah:

Memasak Sendiri Menu untuk Keluarga

eksekusi resep karedok
Aku adalah tipe ibu rumah tangga yang tidak memasak sendiri menu untuk keluarga. Kemudahan tinggal di perumahan yang ada fasilitas pasar serba ada, membuatku lebih memilih membeli lauk pauk di pasar perumahan dari pada memasak sendiri. Alasannya karena beragam menu dalam kondisi matang sudah tersedia dengan rasa yang bersahabat di lidah. Ada juga penjual lauk langganan yang biasa berhenti di depan rumah menawarkan menu masakan rumahan.


Namun, semenjak merebah wabah virus korona, aku memutuskan untuk memasak sendiri menu untuk keluarga. Hal ini sebagai bentuk ikhtiyar untuk meminimalisir keluarga terkontaminasi virus tersebut. Sebagaimana kita ketahui jika penyebaran virus korona ini melalui benda. 

Memasak menu untuk keluarga ternyata menyenangkan. Aku bisa berkreasi dengan resep sederhana tapi disukai oleh anak-anak. Resep-resep andalanku yang selama ini hanya tersimpan rapi di galeri gawai, akhirnya bisa aku eksekusi berturut-turut selama 2 minggu. 

Memotret 

hasil jepretan di rumah
Sebelum ada wabah korona, aku punya agenda memotret bersama teman-teman komunitas di Surabaya. Kami biasa motret di salah satu rumah teman. Agenda motret bersama ini untuk sementara waktu ditunda sampai wabah berakhir. Meskipun demikian, aku tetap berusaha produktif memotret di rumah.

motret di halaman belakang

Selama dua pekan di dalam rumah, aku berhasil menghasilkan cukup banyak foto produk. Foto-foto tersebut sebagian aku posting di instagram dan sebagian yang lain aku pakai untuk penunjang tulisan di blog. Untuk mengusir kebosanan, aku terkadang memotret di halaman belakang. 

Membaca Koleksi Buku Lama

baca koleksi lama
Kegiatan lain yang aku lakukan selama tidak bisa keluar rumah adalah membaca. Tanpa disadari koleksi buku semakin banyak tapi waktu untuk membaca sangat kurang. Hal ini disebabkan aku sering menghabiskan waktu di luar rumah.

Nah, selama dua pekan ini aku membaca kembali koleksi buku lama. Buku-buku yang umurnya sudah lebih tuya dari usia pernikahanku. Buku yang rata-rata berisi kisah inspiratif. Aku hampir lupa isi masing-masing buku karena keterbatasan daya ingat. Membaca buku-buku koleksi lama tersebut seakan memberi suntikan semangat dan energi untuk terus berkarya dan tidak patah semangat. 

Membuat Kue 

panggang di teflon 
Hobi lama yang muncul kembali dalam 2 minggu ini adalah baking alias berkreasi membuat aneka jenis kue. Dulu, waktu anak pertama, aku sangat rajin membuat aneka jenis kue yang ramah untuk anak-anak. Aku bahkan sempat belajar baking dengan teman-teman di komunitas HHBF (Homemade Healthy Baby Food)  area Surabaya. Mereka yang rata-rata punya usaha katering mengajariku cara membuat kue yang sehat untuk anak. Kue tanpa bahan tambahan pengembang atau pelembut tapi hasilnya tetap yummy

Seiring berjalannya waktu, aku meninggalkan kebiasaan membuat kue untuk anak. Aku lebih memilih membeli kue atau cemilan lainnya dengan alasan kepraktisan. Nah, ketika sedang ada imbauan tetap berada di dalam rumah untuk sementara waktu, aku mencoba memberanikan diri untuk berurusan dengan bahan kue dan panggangan. Aku ingin membuat sendiri cemilan untuk anak-anak. 

Intruksi libur sekolah yang diperpanjang dan imbauan untuk bekerja dari rumah bagi para Ayah, membuatku harus putar otak menyajikan cemilan selama beraktifitas di dalam rumah. Meskipun pada percobaan awal sempat gagal, aku tak pesimis. Aku mencoba lagi beberapa resep kue yang bahannya mudah didapat di warung tetangga. Akhirnya aku berhasil dan ketagihan untuk mencoba resep lainnya lagi. 

Menata Ulang Rumah

Semua anggota keluarga berada di rumah selama 24 jam adalah sebuah kabar gembira. Artinya waktu untuk bercengkrama bersama keluarga sangat melimpah. Di sisi lain, kondisi rumah selalu jauh dari kata rapi. Agenda bermain anak-anak yang terpusat di dalam rumah  membuat kondisi rumah seperti kapal pecah. 

Kesempatan ini aku manfaatkan untuk menata ulang rumah. Kegiatan memindahkan letak meja kerja, lemari, dan menata ulang koleksi buku adalah hal yang menyenangkan bagiku. Sesekali aku mengerahkan anggota keluarga untuk membantu. Melihat tatanan baru kamar membuat pikiran lebih segar. Kegiatan ini bisa juga sebagai pelepas setres. 

Itulah 5 kegiatan positif yang aku lakukan di rumah selama ada wabah virus korona. Semoga wabah ini segera berakhir. Kegiatan positif apa yang kalian lakukan selama wabah korona ini?

Tidak ada komentar