5 Kelakuan Menyebalkan Orang Antri di Kasir Supermarket

antri di kasir supermarket selalu memberikan pengalaman yang beragaman. kesabaran selalu diuji ketika berada di antrian kasir supermarket. ada orang yang suka menyela antrian dengan berbagai alasan.
credit by pixabay
5 Kelakuan Menyebalkan Orang Antri di Kasir Supermarket- Belanja bulanan di supermarket adalah salah satu hal yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang setelah menerima gaji. Pergi ke supermarket dan membeli berbagai keperluan harian tentu menyenangkan. Namun, ada hal yang membuat suasana hati menjadi kurang baik saat berbelanja di supermarket. Yaitu kelakuan menyebalkan oknum yang antri di kasir. Tak jarang kesabaran diuji justru ketika sedang antri di kasir supermarket. Kelakuan menyebalkan orang antri di kasir supermarket diantaranya:


Menjadikan Anak Sebagai Alasan Menyela Antrian

Budaya antri di negeri ini mungkin masih jauh dari kata ideal. Jika negara tetangga sudah bisa antri dengan tertib, masyarakat Indonesia masih harus terus belajar untuk antri dengan baik. Masih banyak orang yang menyela antrian. Termasuk ketika antri di kasir supermarket. 

Dari sekian jenis orang yang menyela antri di kasir supermarket, ada satu tipe yang sangat menyebalkan. yaitu seorang ibu yang memanfaatkan balitanya untuk menyela antrian. Apalagi jika balita tersebut pada dasarnya anteng dan tidak ada hal mendesak yang mengharuskan si ibu meninggalkan antrian. 

Mengambil Barang yang Lupa Belum Dimasukkan Troli

Terinspirasi dari isi troli orang lain sah-sah saja. Mungkin baru ingat jika membutuhkan barang tersebut setelah melihat barang itu ada di troli orang lain. Tapi setidaknya harus memperhatikan situasi dan kondisi. Jangan nekat mengambil barang yang kelupaan jika posisi sudah ada di depan kasir supermarket.

Kelakuan menyebalkan lainnya dari orang yang antri di kasir supermarket adalah orang yang lari mengambil barang ke Lorong supermarket, padahal posisinya sudah di depan kasir dan semua barang sudah selesai dihitung oleh kasir. Tipe orang seperti ini tentu saja membuat orang yang antri di belakangnya kesal. 

Menitipkan Barang Belanjaan 

Pengalaman yang tidak mengenakkan ketika belanja di supermarket adalah dihampiri orang tidak dikenal yang mau menitipkan barang belanjaan. Saat itu sedang ada diskon besar-besaran. Tapi tiap pengunjung dibatasi dalam membeli barang yang sedang didiskon. Ada tipe pengunjung yang ingin tetap mendapatkan barang tersebut sebanyak-banyaknya. Sehingga mereka nekat menitipkan barang belanjaan kepada siapa saja yang sedang antri di dekatnya.

Karena posisi saat itu sedang antri di belakang orang yang bingung membawa banyak barang diskonan, tidak ada pilihan lain selain menganggukkan kepala ketika dia ingin menitipkan 4 kemasan minyak goreng ukuran 2 liter. Apalagi si ibu memohon dengan raut muka sedih. Situasi seperti ini tentu saja sangat menyebalkan. di satu sisi terlihat seperti sedang menolong orang lain. Tapi kenyataannya menolong orang yang serakah. 

Tidak Menyiapkan Alat Pembayaran

Tahap paling akhir dari proses belanja adalah antri di kasir. Semua orang yang sedang antri di kasir supermarket berharap prosesnya cepat agar bisa segera pulang. Namun, terkadang kita menemui hal-hal menyebalkan dalam situasi seperti ini. Yaitu bertemu dengan orang yang masih ribet dengan alat pembayaran ketika kasir sudah menyebutkan nominal belanjaan yang harus dibayar. 

Jika berniat membayar belanjaan secara tunai, sebaiknya persiapkan uang yang akan digunakan untuk membayar. Bila tidak menemukan nominal yang pas, lebih baik sodorkan uang dalam jumlah besar kepada kasir. Nanti kasir akan memberikan uang kembalian. Jangan sibuk membongkar tas hanya untuk menemukan uang receh padahal ada uang lain yang sedang dipegang. 

Begitu juga jika ingin membayar belanjaan secara non-tunai. Persiapkan alat pembayaran ketika kasir sedang menghitung belanjaan. Sehingga tidak aka nada banyak waktu yang terbuang. Karena orang-orang yang antri di belakang kita sudah menunggu giliran. 

Minta Didahulukan Karena Barang yang Dibeli Lebih Sedikit

Kelakuan menyebalkan lainnya orang yang antri di kasir supermarket adalah  orang yang menyela antrian karena merasa barang belanjaannya lebih sedikit. Padahal orang-orang yang belanjaannya banyak juga ingin segera keluar dari area kasir. Harusnya setiap orang bisa tetap dalam urutan antrian yang semestinya. Terlepas banyak atau sedikit barang belanjaannya. Karena setiap orang punya kepentingan. Jangan merasa bahwa orang lain tidak punya kepentingan yang mendesak. Budayakan antri yang sesuai etika. 

Itulah tipe orang-orang yang menyebalkan saat antri di supermarket. Semoga kita tidka menjadi bagian dari 5 tipe tersebut. Budayakan antri. Karena banyak hikmah yang bisa kita petik saat antri selain tentang kesabaran. 


Tidak ada komentar