Tips Mengatasi Drama Puasa Anak TK

Tips mengatasi drama puasa anak TK



Tips Mengatasi Drama Puasa Anak TK-Tahun ini si kecil Gia genap berusia 6 tahun. Kami memang berniat mengenalkan puasa Ramadan  sebagai bagian dari ibadan wajib orang Islam. Kami tidak memaksa dia untuk berpuasa. Hari pertama Gia tidak ikut berpuasa. Dia sarapan seperti biasanya tapi tidak banyak makan cemilan sepanjang hari. 


Puasa hari kedua, Gia ikut bangun sahur dan mau ikut berpuasa seperti kami. Alhamdulillah kami senang. Setidaknya keinginan untuk berpuasa murni dari diri sendiri. Bukan paksaan orang lain. Puasa pertama Gia tidak ada drama. Dia kuat tidak makan dan minum sampai menjelang magrib. Mungkin tertolong dengan agenda tidur siang yang cukup lama yaitu 2 jam lebih. Saat bangun tidur hanya minta mandi dan minta nonton film favoritnya. 


Drama dimulai hari berikutnya. Jam dinding masih menunjukkan pukul 9 pagi tapi Gia sudah merengek minta jajan karena merasa lapar. Padahal tadi pagi sahur dengan makanan yang cukup banyak. Perlahan memberikan pengertian bahwa hanya boleh makan jajan saat mendengar suara azan dhuhur. Penjelasan bunda bisa diterima dan dia melanjutkan aktifitas bermainnya. 


Satu jam kemudian drama lagi. Kali ini dia meminta ijin kepada ayah untuk makan jajan dengan mengirimkan voice note. Namun, jawaban ayah yang tidak meminta dia menunggu azan ternyata menimbulkan drama baru. Gia menangis dan di tengah isak tangisnya dia berkata “Bun, perutku bilang ke aku kalau dia lapar.” 


Mendengar kalimat tersebut, sontak aku tertawa. Bukan malah kasihan kepada gadis kecilku. Setelah tangisnya reda, aku memeluk dan memjelaskan jika azan dhuhur sebentar lagi. Kemudian mengajaknya bermain kembali. Bermain peran sebagai penjual dan pembeli cukup ampuh mengalihkan perhatiannya.


Hari-hari berikutnya tetap ada drama puasa si kecil yang masih kelas TK A. Tapi sudah bisa diminimalisir. Drama terakhir tentang buka puasa saat terdengar kumandang azan. Gia ijin makan jajan dan minum susu ketika terdengar kumandang azan dhuhur. Tapi meminta jajan lagi saat mendengar azan ashar. 


Baca juga : 3 Permintaan Anak yang Tak Mudah Diwujudkan


Tips Mengatasi Drama Puasa Anak TK


Tak Lelah Memberi Pengertian

Ketika drama puasa dimulai, langkah pertama adalah mendengarkan keluhan anak dan memberikan pengertian secara perlahan. Cara ini cukup efektif buat Gia. Menahan lapar dan haus sampai terdengar azan. Meskipun butuh kreatifitas  Dan stok sabar dalam penyampaiannya. 


Memberikan pengertian dengan cara lain juga bisa dilakukan. Misalnya menceritakan teman atau tetangga yang seusia dengannya yang sedang berpuasa sama seperti dia. Dia dan anak-anak lain yang berusia 6 tahun sama-sama hebat karena bisa menahan lapar dan haus.

 

Tidak Menyediakan Makanan di Rumah

Tipe bocah yang hobi nyemil seperti Gia, godaan terberat saat belajar berpuasa adalah area kulkas. Setiap hari terbiasa “buka tutup” kulkas mencari cemilan. Saat puasa, kami sengaja tidak mengisi kulkas dengan aneka cemilan di siang hari. Hal ini cukup efektif membuat Gia bisa menahan keinginan untuk makan jajan dan minum susu. 


Mengalihkan Perhatiannya

Saat mulai terdengar rengekan lapar dan minta jajan, harus sigap mengalihkan perhatian Gia. Mengajak bermain, membaca buku, atau melakukan kegiatan yang menarik perhatiannya. Cara-cara ini cukup efektif menghentikan drama puasa anak TK. Meskipun di sisi lain, pekerjaan bunda terbengkalai untuk sementara waktu. Semua perhatian dan energi tercurah untuk menemaninya bermain atau bercerita. 


Melibatkan Bu Guru

Ketika jurus andalan bunda sudah tidak efektif lagi, maka saatnya mendatangkan bala bantuan. Bagi anak TK, sabda bu guru adalah titah. Terdengar lebay tapi begitu adanya. Voice Note dari bu guru menanyakan kabar dan menyemangati untuk tetap puasa sangat berpengaruh terhadap suasana hati Gia. 


Gia yang awalnya drama ingin makan dan minum, mendadak semangat melanjutkan puasa setelah mendengar petuah bu guru yang penuh cinta. Padahal apa yang dikatakan oleh bu guru sam persis dengan apa yang dikatakan bunda. Tapi punya efek yang berbeda. The power of Voice Note bu guru membuat puasa Gia tanpa drama lagi. 


Itulah pengalaman menghadapi drama puasa anak TK yang karakternya berbeda dari si kakak. TAhun ini memang belum bisa menjalankan ibadah puasa dengan sempurna tapi usaha Gia perlu diapresiasi. Semoga tahun depan sudah bisa puasa tanpa drama.


Komentar