3 Cara Tepat Menyikapi Overthinking agar Hidup Lebih Tenang

3 cara menyikapi overthinking


Overthinking atau mencemaskan segala sesuatu berlebihan- akan sangat mengganggu ritme hidup. Tidak hanya berimbas pada pola pikir tapi juga kesehatan. Penyakit asam lambung berlebih atau biasa disebut maag juga bisa disebabkan oleh kecemasan yang berlebihan. Orang-orang yang sering overthinking, hidupnya cenderung tidak tenang. Setiap saat ada saja hal yang dikhawatirkan. 


Lantas bagaimana meminimalisir overthinking agar hidup lebih tenang? Yupz, kamu tidak salah baca. Overthinking tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tapi bisa diminimalisir. Pasti akan ada fase dalam hidup kita mendadak overthinking. Ketika overthinking datang, hal yang biasa aku lakukan sebagai seorang muslimah adalah segera mengubah pola pikir. Aku segera mengendalikan pikiranku terkait 2 hal dan1 tindakan konkrit. Diantaranya


Tidak Ada Kebetulan Dalam Hidup

Segala sesuatu terjadi atas izin Allah, hal baik maupun buruk. Bahkan, daun yang jatuh juga atas izin sang penciptaNya. Lantas, apa lagi yang harus aku khawatirkan? Jika sudah ada sutradara yang mengatur alur hidup kita. Bukankah overthinking kita akan menjadi sia-sia, menyita banyak energi. Akhirnya akan membuat kita berpikir, segala yang akan terjadi, terjadilah. Mental akan lebih siap menjalani sesuatu yang di luar rencana kita. 


Apabila pikiran sudah bisa diajak kompromi dengan menyadari tidak ada kebetulan dalam hidup, tubuh juga akan merespon positif. Tidak akan ada drama asam lambung mendadak naik tak terkendali. Hati juga lebih tenang, tidak kalut berlebihan. Segera mengalihkan pikiran saat overthinking melanda akan meminimalisir efek samping lainnya. 


 Baca juga:   Ketika Merasa Tak Berharga

Fokus pada Solusi

Overthinking hadir saat masalah menghampiri bertubi-tubi. Pikiran seolah tak punya jeda untuk sekedar rehat. Tanpa kita sadari otak akan terus memikirkan penyebab masalah tersebut. Semakin berpikir keras mencari alasan kenapa masalah itu menimpa kita, semakin overthinking. 


Maka, langkah selanjutnya yang aku lakukan adalah mengubah titik fokus. Fokus pada solusi bukan pada masalah. Fokus pada solusi juga akan membantu kita berpikir Runtut. Seolah mengurai perlahan benang kusut di kepala. Fokus pada solusi juga membuat kita menemukan harapan baru. Bahwa semua masalah pasti ada solusinya. Sebagaimana yang aku imani sebagai muslimah, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Allah menciptakan masalah satu paket dengan solusinya. 


Satu titik terang yang kita temukan akan meminimalisir overthinking meskipun  belum sepenuhnya menjadi solusi atas permasalahan kita. Fokus mencari beragam alternatif solusi akan membuat masalah tersebut terasa kecil bagiku. Ada banyak jalan menuju roma. Selalu ada optimisme yang mengikis overthinking perlahan. Jadi, yuk segera ubah fokus ketika overthinking mulai menguasai diri. 


Segera Cari Bantuan

Jika segala upaya di atas tidak meredakan overthinking, segera mencari bantuan di luar diri untuk mencegah efek samping overthinking yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Kenali sampai batas mana bisa bertahan mengubah pikiran. Aku biasanya segera menemui sahabat yang paham dunia psikologi untuk membantu mengurangi overthinking. Kenapa kok sahabat yang memahami psikologi? Karena meminta bantuan orang yang kurang tepat akan membuatku semakin overthinking karena akan dihakimi setelah bercerita Masalah yang membuatmu overtinking. 


Bila tidak menemukan teman dekat yang memahami psikologi, bisa mencari bantuan kepada ahlinya melalui lembaga yang tepat. sekarang di level puskesmas sudah ada psikolog yang akan membantu permasalahan psikismu. Overthinking bagiku sudah ranah masalah psikis yang memerlukan perhatian layaknya penyakit fisik lainnya. 


Jangan pernah malu untuk mencari bantuan ketika sinyal pada diri sudah menunjukkan butuh bantuan. Semakin cepat meminta bantuan ahlinya, maka tidak akan berlarut-larut overthinking yang meggerogoti jiwa raga dalam jangka panjang jika dibiarkan. 


Kalau kamu, apakah punya jurus jitu menyikapi overthinking? Sharing yuk di kolom komentar. 










Komentar