Sepotong Hati yang Hilang

Jika engkau bertanya bagaimana kita bisa bersama, kita juga tidak dapat menjelaskan dengan logika mengapa kita berdua akhirnya memutuskan untuk bersama. Karena berkali-kali kita berusaha menyatukan hati tapi tak pernah ada jalan. Hingga pada titik tertentu, kita memutuskan menyerah. 



Kita berlari  saling menjauh, mencoba menemukan takdir masing-masing. Kita berusaha melupakan semua kenangan yang sudah terukir lebih dari seribu hari. Tidak ada air mata karena kita berfikir ini yang terbaik. Bertahan dalam ketidakpastian akan semakin menyakitkan. 

Waktu berlalu, masing-masing dari kita disibukkan dengan sosok yang diyakini menjadi takdir kita. Perlahan belajar menerima orang baru dalam singgasana hati kita. Meskipun kenyataannya tidak mudah. Dia, penghuni baru hati kita tak mampu membuat kita nyaman. Kita akhirnya harus menyerah mengejar takdir. 

Dalam diam, kita baru menyadari. Kita kehilangan sepotong hati. kala itu, Aku berlari dengan membawa sepotong hatimu, dan begitu juga denganmu. Sepotong hati yang akhirnya membawa kita bertemu kembali dan mengikrarkan janji suci. 

 

Tidak ada komentar