Jika Mengetahui Pasangan Selingkuh, Hindari 5 Hal berikut!

cara mengetahui pasangan selingkuh tidak sulit, ketika sudah mengetahui, perhatikan hal-hal berikut, hindari menyalahkan diri sendiri.
credit by pixabay
Jika Mengetahui Pasangan Selingkuh, Hindari 5 Hal berikut!- Jika pasangan selingkuh, siapa yang salah? Pertanyaan yang memerlukan jawaban Panjang. Rasanya ingin menyerah saat tantangan menulis Ning Blogger Surabaya sampai pada tema ini. Menjawab secara lisan saja butuh keberanian, apalagi mengabadikan dalam bentuk tulisan. Tapi, setelah direnungkan, tidak ada salahnya menerima tantangan tersebut. 

Membahas tentang perselingkuhan mungkin terlihat tabu, namun siapa sangka jika suatu saat tulisan ini ditemukan oleh mereka yang putus asa karena hatinya sedang terkoyak. Sebuah tulisan yang mampu memberikan secercah harapan di tengah kekalutan. Ketika tidak tahu harus berbuat apa, semoga tulisan ini bisa membantu. 

Ujian Pernikahan

Semua yang menikah pasti senang jika bisa mencapai dan menikmati pernikahan yang diimpikan. Namun, apakah mereka mau menikmati prosesnya?(Indra Noveldy, Relationship Coach)

Segala sesuai diciptakan berpasangan. Begitu juga dengan kebahagian dan kesedihan, tawa dan tangis. Setiap orang selalu dihadapkan dengan ujian yang berbeda, begitu juga dengan sebuah pernikahan. Ujian pernikahan beragam. Ada yang diuji dengan kekurangan harta, ada yang diuji dengan kondisi anak, dan ada yang diuji lewat pasangannya. 

Hadirnya orang ketiga dalam sebuah hubungan bisa dikatakan ujian yang cukup berat. Jika kekurangan harta bisa dicari bersama, ujian anak bisa diatasi bersama, tapi berbeda dengan kasus pasangan yang hatinya berpaling. Tidak mudah tetap berpegangan menyelesaikan masalah bersama-sama. Namun, ketika mengetahui pasangan berselingkuh, jangan melakukan hal-hal yang akan disesali suatu saat nanti. 

Mengetahui Pasangan Selingkuh, Hindari 5 Hal Berikut

Menyalahkan Diri Sendiri

Hal pertama yang banyak dilakukan adalah menyalahkan diri sendiri. Menganggap perselingkuhan terjadi karena kekurangan yang ada pada dirinya. Padahal ada hal yang di luar kendali kita, termasuk urusan hati pasangan. Jadi, jangan menyalahkan diri sendiri. 

Rasanya kurang bijak jika menyalahkan diri sendiri atas kekhilafan pasangan. Boleh sekadar introspeksi diri tapi tidak sampai menyalahkan diri sendiri. Karena kita terlalu berharga. Ibarat berlian yang berkilau indah, tak perlu berusaha meyakinkan pihak lain bahwa dirinya berharga. Jadi, jangan membuang waktu untuk menyalahkan diri sendiri. 

Menyalahkan Orang Ketiga

Hindari menyalahkan orang ketiga. Dia hadir karena pasangan membuka hatinya. Kehadirannya sebagai klimaks dari hubungan dalam pernikahan yang sedang tidak sehat. Banyak pasangan yang tidak menyadari bahwa mereka sekadar menjadi roommate, bukan soulmate. Akhirnya membuat hati masing-masing berjarak. Ruang kosong yang bisa dimasuki oleh orang ketiga. 

Jadi, dari pada membuang energi menyumpahi kebakaran, lebih baik segera mengambil air memadamkan api. Dari pada sibuk menyalahkan orang ketiga, lebih baik mencari akar permasalahannya. Semua bersumber dari hubungan kita dengan pasangan. 

Menyalahkan Pasangan

Menyalahkan pasangan mungkin akan memberi sedikit kelegaan. Tapi akan berdampak cukup serius di kemudian hari. Karena dengan terus menyalahkan pasangan, semakin sulit untuk memberi ruang maaf. Terlepas nantinya akan berpisah atau memilih tetap bersama, memaafkan akan membuat hati lebih tenang. Begitu juga sebaliknya, mendendam akan membuat hidup semakin suram. Sakit hati yang tak berkesudahan akan membuat jiwa raga ikut sakit. 

Curhat Ke Sembarang Orang 

Berbagi kisah kepada orang lain memang bisa meringankan beban hati. Tapi curhat ke orang yang kurang tepat justru akan merugikan kita. Urusan perselingkuhan bukan perkara sepele, cerita dan meminta saran kepada orang yang salah, aib rumah tangga akan tersebar ke mana-mana. 

Bukan tidak boleh mengeluarkan beban yang menyesakkan dada. Tapi harus hati-hati memilih orang yang tepat untuk mendengarkan curhatan kita. Pilih orang yang posisinya netral, tidak memihak kita atau pasangan. Menyaring setiap nasihat yang kita terima. Karena tidak semua nasihat bisa kita terapkan. 

Membuat Keputusan Emosional 

Ketika dalam kondisi terguncang karena mengetahui pasangan berselingkuh, jangan membuat keputusan emosional yang akan disesali setelahnya. Semarah dan sesakit apapun, harus bisa berusaha tenang. Iya, berpikir jernih menjadi hal yang susah untuk dilakukan ketika mengetahui pasangan berpaling. Jadi, jangan berusaha berpikir. Tenangkan diri dulu tanpa memikirkan apapun. 

Jika harus membuat keputusan terbaik, usahakan setelah berhasil menguasai diri sendiri. Bila  harus membuat keputusan terbaik, usahakan setelah berhasil menguasai diri sendiri. Berbicara dengan nada rendah kepada pasangan dan sudah memikirkan konsekuensi dari keputusan yang diambil. Tidak mudah, tapi harus bisa menahan diri untuk tidak membuat keputusan yang merugikan kdua pihak karena diambil dalam kondisi emosional. 



Tidak ada komentar