Pindah Rumah Saat Pandemi, Perhatikan Hal-Hal Berikut!

tips pindahan rumah saat pandemi covid-19 diantaranya harus mengantongi surat sehat
Pindah Rumah Saat Pandemi, Perhatikan Hal-Hal Berikut! - Pindah rumah di masa pandemi adalah hal yang terpaksa kami lakukan karena beberapa sebab. Ada hal-hal tak terduga yang mengharuskan kami pindah. Manusia boleh berencana, tapi rencana Tuhan adalah yang terbaik. Kami hanya berusaha berprasangka baik terhadap “kejutan” yang diberikan oleh Tuhan.

Pindah rumah ketika sedang diberlakukan PSBB ternyata tidak mudah. Ada sedikit drama karena kami pindah dari kecamatan yang dinyatakan berzona merah ke kecamatan tetangga yang masih zona hijau. Persyaratan administratif yang dibutuhkan saat pindah di tengah pandemi tentu saja lebih banyak. Salah satunya adalah memastikan bahwa kami sekeluarga sehat. Hal ini dibuktikan dengan surat sehat dari puskesmas setempat. 

Pindah rumah pada waktu yang kurang tepat seperti sekarang ini memang menyita cukup banyak energi memenuhi persyaratan tersebut. Tapi kami memaklumi kekhawatiran warga setempat selama pandemi ini. Kehadiran warga baru apalagi berasal dari kecamatan yang berzona merah semakin menimbulkan banyak prasangka.

Tips Pindah Rumah Saat Pandemi

Perhatikan Detail Rumah Baru


Ketika ingin pindah ke rumah baru dan mengangkut semua barang, ada baiknya memperhatikan setiap detail rumah yang akan ditempati. Begitu juga yang kami lakukan. Kebetulan luas dan desain rumah baru berbeda dengan rumah lama. Jadi, tidak mungkin akan meletakkan barang-barang sama persis dengan letak di rumah lama. 

Ketika melakukan survey terhadap rumah tersebut, sebisa mungkin kami membuat gambaran di mana letak setiap barang yang akan kami bawa. Hal ini agar rumah yang baru tidak terkesan sempit karena penuh dengan barang yang tidak ditata dengan teratur. Lebih bagus lagi jika setelah melihat  rumah baru, bisa membuat gambar secara detail setiap sudutnya. 


Sortir Barang


Bila sudah mempunyai gambaran detail setiap ruangan di rumah baru, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan sortir barang. Harus diakui, tanpa disadari kita menimbun banyak barang setiap tahun. Begitu juga dengan kami. 7 tahun menempati rumah lama, ternyata barang-barang kami juga semakin menggunung. Kebanyakan barang-barang cewek. Maklum, bagi cewek, ada barang yang bisa meningkatkan kepercayaan diri

Memisahkan barang-barang menjadi beberapa katagori akan memudahkan proses sortir. Barang yang dibutuhkan setiap hari, barang yang hanya terpakai sebulan sekali, hingga barang-barang yang jarang terpakai. Untuk barang-barang yang jarang terpakai, kami memutuskan untuk menghibahkan kepada orang lain. Barang-barang terssebut sengaja kami kemas rapi dan kami kumpulkan di sudut ruangan. Kegiatan sortir barang ini menjadi salah satu kegiatan positif selama pandemi.


Beli Kontainer


Hal yang paling merepotkan saat pindahan rumah adalah printilan yang jumlahnya tidak sedikit. Jika barang-barang ukuran besar seperti Kasur, kulkas, dan almari tidak perlu lagi dipikirkan cara pengemasannya. Cukup diangkut saja. Tapi barang-barang yang kecil harus dikemas dalam wadah khusus untuk mempermudah pengangkutan. 


Dulu, kami menggunakan kardus untuk mengemas barang-barang yang ukurannya kecil saat pindahan rumah. Khas orang Indonesia banget, memakai kardus bekas untuk wadah. Tapi ternyata kardus-kardus ini menyisakan sampah yang banyak ketika barang sudah dipindahkan ke tempat asalnya. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli kontainer 60ml untuk mengemas barang-barang yang ukurannya kecil agar lebih mudah diangkut. Kami sengaja memilih jenis kontainer yang dilengkapi dengan roda untuk memudahkan proses pemindahan ke truk. 

Labeli Kontainer 


Poin selanjutnya yang harus diperhatikan adalah memberi label setiap kontainer sesuai dengan isinya. Hal ini untuk memudahkan pemindahan barang-barang saat berada di rumah baru. Ketika barang-barang belum dibongkar dan kita terburu-buru mencari barang yang diinginkan, tidak perlu membuka isi kontainer satu per satu. cukup membaca label di setiap kontainer. Kami membuat beberapa katagori untuk label kontainer. Mulai barang pecah belah, properti foto, mainan anak-anak, buku, dan masih banyak lagi. 

Sisihkan Anggaran untuk Jasa Angkut


Anggaran untuk proses pengangkutan barang tidak bisa disepelekan. Sebisa mungkin untuk menyilihkan dana lebih untuk jasa angkut. Karena selalu ada hal-hal yang tak terduga untuk urusan jasa angkut. Seperti yang kami alami. Pindah rumah di masa pandemi covid-19 seperti ini ternyata tidak mudah mencari jasa angkut. Rata-rata menolak untuk beroperasi sementara waktu karena banyak perumahan atau kampung tidak mengizinkan truk masuk selama PSBB. 


Untuk mensiasati hal tersebut, kami memilih untuk tidak mengangkut semua barang sekaligus. Tentu saja untuk anggaran juga berubah. Anggaran untuk jasa angkut menjadi 2 kali lipat karena kami memakai 2 jasa angkut berbeda dalam waktu yang berbeda pula. Kami memutuskan memakai pick up untuk mengangkut barang-barang ukuran besar seperti kulkas, almari, springbed, dll. Sementara untuk barang-barang yang ada di kontainer, kami memakai mobil pribadi dengan kapasitas yang cukup besar. 


Perhatikan Lingkungan Sekitar

Pindah ke rumah baru artinya kita juga adaptasi dengan lingkungan sekitar mulai dari awal lagi. Selain harus paham seperti apa orang-orang di lingkungan tersebut, sebaiknya melakukan survei kecil-kecilan beberapa tempat yang akan menunjang kebutuhan kita sehari-hari. Letak penjual sayur, penjual kebutuhan pokok, ATM terdekat, apotik, dan masih banyak lagi. 

Memperhatikan lingkungan sekitar akan mempermudah kita mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan dengan cepat. Misal saat memasak, elpiji mendadak habis. Jika sudah memahami lingkungan sekitar, kita tidak perlu mencari penjual elpiji yang lokasinya cukup jauh dari rumah. Hal-hal sederhana tapi sangat berpengaruh terhadap hari-hari yang kita jalani di rumah baru. 

Ketika sudah menempati rumah baru, kami sengaja untuk menyusuri jalanan sekitar lokasi rumah. Beberapa hari bersepeda sore, kami menemukan banyak tempat menarik. Ternyata ada pasar yang buka 24 jam di dekat rumah. Ada mini market yang harganya nyungsep alias murah banget, ada penjual pecel tumpeng di depan gang kalua sore hari, dan masih banyak lagi.

Tidak ada komentar